Kamis - 22 Mei 2014

Sudah putus si mantan masih suka stalking. Berikut ini cara menghadapinya.
 
 
Beri Tahu Baik-Baik
Pertama-tama, beri tahu dia baik-baik kalau kita terganggu dengan tindakannya tersebut. Tegaskan kalau kita sudah putus dan nggak nyaman atau nggak mau lagi menerima telepon, email, Whatsapp, dan pesan lainnya secara terus-terusan.
 
Beri Tahu Orang Lain
Jika menurut kita tindakan mantan sudah kelewatan, nggak ada salahnya untuk memberitahu orang lain terkait hal ini, misalnya kakak atau teman. Berikan juga bukti tindakannya tersebut. Selalu berikan update  terkait tindakan stalking   ini sehingga kita tahu ke mana harus mencari bantuan jika nantinya tindakan mantan tambah berbahaya.
 
Block Contact  
Jika dia nggak menghiraukan teguran kita, baiknya lakukan langkah pencegahan dengan mem-block contact  dia sehingga enggak bisa lagi menghubungi kita. Bisa juga dengan block  Twitter atau Facebook jika dirasa hal tersebut membahayakan juga. Jika masih enggak berhasil, enggak ada salahnya untuk ganti nomor untuk meminimalisasi kemungkinan diganggu lagi.
 
Habiskan Waktu Bareng Orang Lain
Mantan  nggak hanya men-stalk  kita melalui telepon atau sosial media. Bahkan, mulai melakukan tindakan ekstrem seperti mengikuti kita ke mana pun  kita pergi. Seperti pem-bully, stalker  cenderung suka menyudutkan kita. Karena itu, usahakan untuk nggak terlalu sering sendirian. Setidaknya pastikan ada satu orang teman yang menemani kita jika ingin pergi.
 
Jangan Tanggapi
Mungkin kita kesal, tapi dangan pernah menanggapi tindakan stalker. Feedback  dalam bentuk apapun, entah positif atau negatif, bisa membuat tindakannya makin menjadi-jadi. Apalagi jika kita marah-marah, bisa saja dia akan ikutan marah dan bisa melakukan kekerasan fisik.
 
Sumber : gitarama/hai-online.com    
foto : westerneye.net
Berita Terkait