Jumat - 24 Januari 2014

GramediaMajalah.com - Agar tidak terlihat berlebihan dan tidak terlihat minder, ketahuilah berada dimana tingkat narsis Anda. Studi terbaru di jurnal Personnel Psychology mengungkapkan orang yang narsis berpotensi memegang pucuk pimpinan atau menjadi pemimpin, namun bukan berarti ia akan menjadi pemimpin yang sukses.

Para peneliti dari University of Nebraska-Lincoln menganalisa studi yang telah ada sebelumnya mengenai narsistis dan kepemimpinan. Peneliti juga menganalisa data untuk mencari tahu bagaimana seorang narsis dari level tertinggi dan level terendah bisa menjadi pemimpin yang buruk.

"Temuan kami cukup jelas menjawab apakah narsistis baik atau buruk terutama peran orang yang suka narsis dalam karir. Yang terbaik adalah narsistis sedang. Jika narsistis terlalu rendah, seorang pemimpin bisa terlihat meragu atau merasa terintimidasi. Namun kalau narsistis terlalu tinggi, pemimpin bisa menjadi eksploitatif bahkan tirani," jelas peneliti studi Emily Grijalva,dari University of Illinois.

Sementara, orang dengan tingkat narsistis sedang lebih bahagia dengan kepercayaan diri yang tinggi. "Mereka tidak memiliki sisi negatif. Aspek antisosial narsistis yang mendorong seseorang menjatuhkan orang lain untuk membuat dirinya merasa lebih baik tidak ditemukan pada orang-orang ini," kata peneliti Peter Harms.

Harms menambahkan, narsistis akan menonjol pada situasi tertentu seperti wawancara kerja atau pertemuan pertama. Meski begitu, perlahan waktu akan menunjukkan kelemahan-kelemahan mereka.

Bagaimanapun, penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk menegaskan apakah tingkat narsistis cenderung menonjol pada posisi kepemimpinan tertentu.

Di luar itu, hasil studi pada 2012 yang ditulis Harms menunjukkan peran narsistis perlu ada saat wawancara kerja untuk memberi kesan awal yang positif. Studi yang terbit di jurnal Applied Social Psychology ini mengungkapkan orang narsis memberi kesan awal yang lebih tinggi saat wawancara kerja ketimbang orang yang tidak narsis.

Sumber :
Berita Terkait