Senin - 2 Desember 2013

Chicmagz.com - Pekerjaan sudah sesuai minat dan passion, tapi situasi kantor membuat Anda stres? Jangan mudah patah dan menyerah, ada cara yang bisa mengubah ‘nightmare’ di kantor. 

1. ‘Ditusuk’ dari Belakang. Anda mencium gelagat bahwa ada seorang rekan yang sangat ingin menjegal sukses Anda di kantor. Dia kerap menyerang ide-ide Anda saat rapat dan berusaha ‘menjilat’ si bos demi mendapat perhatiannya. Tidak perlu gegabah dalam bertindak. Menghadapi rekan kerja tipe ini hanya bisa ditaklukkan dengan melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan Anda. Ketika Anda berhasil merangkai prestasi, semua orang di kantor akan mengakui Anda. Tidak perlu bersikap buruk pada orang lain atau menjegal, Anda bisa meraih sukses seperti yang Anda inginkan. 

2. Kebiasaan Buruk Rekan Kerja. Anda gemas dengan kebiasaan buruk rekan kerja di sebelah. Mulai dari kebiasaannya memainkan pulpen, mengetuk meja, memasang musik dengan suara keras, hingga mengunyah permen karet dengan suara yang sangat mengganggu. Kesabaran Anda pun sudah makin menipis. Sebelum meminta rekan kerja untuk berhenti melakukan kebiasaan buruknya, pastikan Anda tak memiliki kesalahan yang sama. Coba ingat kembali apakah ada kebiasaan Anda yang berpotensi mengganggu rekan kerja lain, sekecil apa pun itu. 

3. Terjebak Obrolan SARA. Politik dan agama adalah dua hal yang harus dihindarkan dalam pembicaraan kantor. Percakapan kontroversi sangat rentan dengan permusuhan, dalam waktu singkat seseorang bisa menjadi musuh karena dua topik ini. Bukan tak mungkin, jika ada yang merasa tersinggung. Coba hindari pembicaraan tentang agama dan politik. Jika ada yang menanyakan pendapat Anda, alihkan pembicaraan ke topik lain atau tersenyumlah dan katakan sesuatu yang tak memihak.

4. Diajak Bergosip. Bergosip selalu menggoda, tapi ini juga selalu menjadi hal yang salah. Masalahnya adalah saat bergosip kita cenderung akan menyakiti perasaan orang lain dan kehilangan kepercayaan. Cobalah menjauh dari gosip. Ketika seseorang mencoba berbagi gosip dengan Anda, coba alihkan pembicaraan atau katakan langsung bahwa Anda tak tertarik untuk mendengar gosip tentang orang lain. Beri alasan karena Anda juga takkan suka jika orang lain membicarakan Anda. 

5. Ada Pencuri Makanan. Anda menyimpan makanan dalam kulkas kantor, tapi makanan tersebut hilang. Mencuri bisa menjadi kebiasaan. Ketika hal ini terjadi saat Anda lapar, emosi pun memuncak dan terjadi konflik. Simpan makanan dalam wadah pribadi dan beri label nama Anda. Jika makanan Anda tetap hilang, tanyakan tanpa nada menuduh apakah ada yang melihat makanan Anda. Ini bisa menjadi trik, membuat si pencuri makanan merasa tak enak hati. 

6. Dipercaya Pegang Rahasia. Atasan Anda mempercayakan sebuah rahasia dan Anda mempercayakan rahasia tersebut pada teman terpercaya. Anda memberitahu seseorang dan memintanya untuk tak memberitahu orang lain. Dan tentu saja, ia pun akan melakukan hal yang sama dengan Anda. Ini akan terus berputar dan tak berhenti. Jika seseorang memberi tahu Anda sesuatu secara pribadi, anggaplah itu hanya untuk Anda. Bisa jadi ini adalah salah satu cara atasan Anda mengetahui seberapa baik Anda dapat dipercaya. Jadi, jagalah dan jangan menyia-nyiakan kepercayaan tersebut.

7. Dilimpahi Setumpuk Pekerjaan. Atasan seringkali melimpahi Anda setumpuk pekerjaan, meskipun pekerjaan itu tak termasuk dalam job description Anda. Awalnya, atasan memang meminta bantuan Anda, tapi lama-kelamaan kok ia terlalu mengandalkan Anda. Bagaimanapun juga, waktu dan skill Anda harus mendapat apresiasi. Terkadang, penting untuk belajar berkata tidak. Jika perlu, bicaralah dengan atasan Anda, minta ia me-review kinerja Anda selama ini, jika hasilnya memang pekerjaan Anda lebih banyak dari yang lain, tak ada salahnya ajukan kenaikan gaji atau temukan pekerjaan lain. 

8. Terlibat Argumentasi. Anda terlibat adu argumen dengan rekan kerja, dan Anda tahu bahwa Anda benar. Meskipun Anda yakin bahwa Anda benar, ketika masalah belum terselesaikan dan belum menemukan jalan keluar, semua orang akan merasa tak nyaman. Meskipun yakin bahwa Anda benar, jangan segan ucapkan maaf. Percaya deh, tak hanya rekan kerja lain, tapi atasan Anda pun akan merasa senang melihat karyawannya bisa kembali bekerjasama dengan baik.

9. Atasan Melakukan Kesalahan. Rekan kerja atau atasan melakukan kesalahan dan Anda berniat melaporkannya pada direktur. Ketika sesuatu yang buruk terjadi di tempat kerja, mungkin Anda berpikir melaporkannya ke tingkat teratas adalah jalan terbaik dan tercepat untuk menyelesaikan masalah. Sebaiknya sampaikan keluhan ke atasan Anda langsung lebih dulu. Sampaikan keluhan Anda sebagai bentuk keprihatinan, apalagi jika kesalahan tersebut tak berkaitan langsung dengan Anda. Jika atasan yang melakukan kesalahan, sampaikan keluhan pada atasan satu level di atas bos Anda.

10. Kisah Cinta di Kantor Berakhir Buruk. Anda jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan rekan kerja pria. Sayangnya, hubungan cinta kandas di tengah jalan. Efeknya membuat suasana kantor menjadi tegang dan kaku. Cara terbaik adalah usahakan tak terlibat cinta dengan teman sekantor. Jika memang itu terjadi, bersikaplah profesional. Jangan pernah menunjukkan kemesraan selama jam kantor. 

 

(Bestari Kumala Dewi/Equita Maulidya)

Foto: Thinkstock

Berita Terkait