Kamis - 28 November 2013

Chicmagz.com - Pressure atau tekanan dalam dunia bisa disebabkan karena tuntutan pekerjaan, lingkungan kerja, atau pun sikap atasan. Menurut peneliti dari Peer Research Laboratory The City University of New York, pressure yang dihadapi dengan pikiran positif bisa membuat kita 30 persen lebih produktif dan kreatif. Ini dia do’s & don’ts tanggapi pressure:

DO:
Think small. Kalau dilihat dari kejauhan, padang pasir memang terlihat luas. Tapi saat dilihat dari dekat, ia merupakan kumpulan pasir-pasir kecil yang bisa digenggam. Begitu juga dengan pekerjaan. Selesaikan satu-per satu, semua akan berlalu dengan lebih mudah.

Membandingkan kadang perlu. Dengan begitu pikiran kita akan lebih terbuka tentang dunia kerja yang sesungguhnya. Apakah tekanan yang kita dapat memang sudah berlebihan atau malah enggak ada apa-apanya dibanding tekanan di kantor lain.

Melas atau malas? Ingin protes karena load kerjaan sudah terlalu banyak? Pastikan kalau kita telah menyelesaikan semuanya tepat waktu namun masihsaja keteteran. Jangan sampai atasan bilang, “Kamu mungkin yang terlalu santai jadi selalu ketinggalan deadline.” Jleb...

Langganan film komedi. Karyawan yang dalam 1 minggu menonton 2 film komedi dinilai bisa bekerja lebih maksimal ketimbang mereka yang tidak menonton sama sekali. Sebab, film komedi bisa membuat seseorang tertawa, rileks, dan merasakan waktu me time. Rasa bahagia itulah yang mampu meningkatkan produktivitas seseorang.

Kritik pasti berlalu. Percayalah kalau setiap orang punya gaya masing-masing dalam menyampaikan pendapat. Bila atasan atau klien memang terkenal drama queen, jangan dibalas dengan drama. Kadang kita boleh kok berkata ‘yaudah lah ya’ dengan melihat isi kritiknya tanpa perlu ambil pusing soal gaya penyampaiannya.

DON’T:
Dikalahkan rasa takut.
Hindari untuk memikirkan sulitnya pekerjaan sebelum kita melakukannya. Sebab isi pikiran akan memberi sugesti terhadap apa yang akan kita lakukan setelahnya. Bila kita berpikir mudah, maka akan jadi lebih mudah. Lebih baik gagal dan memperbaiki ketimbang tidak pernah mencobanya sama sekali karena takut salah atau takut gagal.

Pendam sendiri. Bicarakan dengan rekan kerja satu divisi atau mungkin rekan yang lebih senior tentang tuntutan pekerjaan yang diberikan perusahaan. Apakah mereka merasakan tekanan yang sama? Bila rekan-rekan lain merasa nyaman, artinya kita perlu memperbaiki kinerja dan tingkatkan semangat nih.

Kurang dari 1 tahun. Sebagai newbie, bisa jadi ini hanya sekadar ujian untuk melihat seberapa canggih kita dalam menyelesaikan masalah. Tunjukkan kinerja yang baik sambil membaca situasi minimal 1 tahun. Kalau memang selama itu kita lebih banyak stres ketimbang happy, bisa lho melirik kantor lain.

Terjebak peer pressure. Rekan satu divisi senang tampil dengan branded fashion items, setiap makan siang pilihannya menu hotel bintang 5. Tapi bukan berarti kita harus ‘sama’ dengan mereka. Memaksakan diri untuk mengikuti gaya orang lain bisa membuat kita tertekan bila tak bisa mengimbanginya. Selama kita bekerja dengan baik, berpenampilan sesuai aturan, menjadi diri sendiri terasa lebih nikmat dan happy lho.


(Ayunda Pininta Kasih/ Precilia Meirisa)
Foto: Thinkstock

Berita Terkait