Rabu - 23 Januari 2013

Tujuh tahun lalu Alfia Rahmaniar “berkenalan” dengan pohon sirih. Sejak itu, dia jatuh cinta, merawatnya dengan telaten sebagai tanaman utama di rumahnya. Kini, cinta terhadap sirih itu telah berbuah menjadi taman yang indah. Tanaman merambat itu menjadi ide dasar untuk rancangan taman rumahnya. Dia menanamnya di hampir setiap sudut halaman.

Sejauh mata memandang ke taman seluas17,5 m2 itu, yang terlihat adalah hamparan hijau tanaman sirih (Piper betle.sp). Rancanganya dibuat dengan teknik peletakkan pada muka tanah, dinding, dan media pot. Semua peletakkan itu ada di kanan taman berbatasan dengan tembok. Dengan cara itulah, Niar – demikian si pemilik taman biasa disapa – mudah memantau dan merawatnya.

Tengoklah hal menarik: pembuatan bak tanaman di bawah tembok samping kanan rumah. Fungsi bak itu sebagai pembatas sekaligus media rambatan sirih. Bak berukuran 60 cm x 420 cm dengan tinggi 40 cm, terbuat dari bata plester semen aci. Hasilnya, tanaman sirih ada dapat menjulur ke permukaan tanah. Sebagaian lagi merambat ke tembok samping tadi. Ini memberikan kesan yang lebih teduh dan indah dilihat.

Keindahan tanaman sirih semakin terasa ketika Anda berada di tengah taman. Taman itu beralas keramik berukuran 30 cm x  30 cm yang disusun teratur. Pada pertemuan antarkeramik dipasang koral bronjol untuk memberi kesan alami. Anda dapat menikmati kehijauan sirih dengan duduk pada kursi kayu berlengan, yang diletakkan di situ. Hijau, adem, tenteram.

Berita Terkait